Kamis, 14 Mei 2009

MaU QiTa Apa ???

GAGASAN UJUNGGEDE KE DEPAN

Berpijak pada Millenium Development Goals (MDG’s) dan pendekatan Tridaya serta Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pemalang, maka BKM Budi Luhur desa Ujunggede dengan Pemerintahan Desa serta Stake Holder dan pihak-pihak terkait, mensetting “Ujunggede ke Depan” dalam Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Pengembangan Desa Ujunggede, sebagaimana berikut :

1. Bidang Home Industri dan Perdagangan

Desa Ujunggede yang secara geografis memiliki letak yang sangat strategis baik dilihat dari sisi kedekatan dengan pusat Pemerintahan Kabupaten Pemalang, maupun pusat Industri di wilayah Pantura dan pusat perdagangan baik Comal maupun Pekalongan. Berdasarkan Rencana Struktur Kawasan Perkotaan Di Kabupaten Pemalang, Desa Ujunggede yang dalam hal ini merupakan bagian dari Kecamatan Ampelgading, termasuk dalam Pusat Kegiatan Lokal – 2 (PKL-2) yang memiliki potensi sebagai kota pusat pemerintahan, aktifitas social serta kegiatan perekonomian di tingkat local.

Berdasarkan kenyataan riil, bahwa DIPERINDAKOP Kabupaten Pemalang menjadikan Desa Ujunggede sebagai Setra Industri Keripik Pohong Rasa Gadung, hal ini memamg di dukung secara histories, bahwa keterkenalan rasa khas dari Kripik Pohong Rasa Gadung sudah merambah hampir di Kabupaten / Kota di Wilayah Pantura, disamping itu Desa Ujunggede juga menjadi daerah Distributor, Agen berbagai produk makanan ringan yang memiliki peluang pasar yang sangat luas.

Kenyataan ini mampu memberikan kontribusi positif terhadap meningkatnya perekonomian masyarakat, membuka lapangan kerja yang secara langsung maupun tidak langsung akan mengurangi tingkat pengangguran.

2. Bidang Pertanian dan Peternakan

Secara geografis potensi pertanian masih memiliki peluang yang sangat besar untuk dikembangkan. Masih luasnya lahan pertanian yang hampir 2/3 dari luas wilayah desa Ujunggede memberikan andil dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara potensi Peternakan yang sementara masyarakat masih menjadikan kegiatan ini sebagai pekerjaan sambilan, pada dasarnya memiliki potensi yang besar, mudahnya mencari rumput, sebagai makanan ternak seperti sapi, kambing pada dasarnya merupakan peluang yang sangat berharga.

3. Bidang Permukiman

Penataan lingkungan merupakan faktor sangat penting dalam usaha perbaikan permukiman. Sebagus apapun perbaikan permukiman tanpa memperhatikan penataan lingkungan akan sia-sia. Sekalipun tempat tinggal, jalan, penerangan dan lain-lain sudah memadai, akan tetapi apabila faktor lingkungan diabaikan, maka permukiman akan tampak kotor dan berkesan kumuh dan jorok. Selain itu lingkungan yang kumuh akan menimbulkan berbagai permasalahan penyakit.

Menurut UU No. 4 tahun 1992, permukiman adalah bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung, baik yang berupa kawasan perkotaan maupun kawasan perdesaan yang berfungsi sebagai kawasan tempat tinggal atau lingkungan hunian, dan tempat kegiatan yang mendukung peri kehidupan dan penghidupan.

Permukiman adalah satu kesatuan wilayah dimana suatu perumahan berada sehingga lokasi dan lingkungan perumahan tersebut sebenarnya tidak akan pernah terlepas dari permasalahan dan lingkup keberadaan suatu lingkungan. Oleh karena itu dalam mengembangkan suatu perumahan perlu dilakukan studi kelayakan agar keberadaan perumahan tersebut benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan mendukung arah perkembangan permukiman yang sudah direncanakan.

Didalam suatu wilayah permukiman, manusia merupakan pelaku utama kehidupan, disamping makhluk lain seperti hewan, tumbuhan dan lainnya. Untuk keberlangsungan kehidupannya manusia memerlukan kebutuhan baik kebutuhan biologis, perasaan dan persepsi, kebutuhan emosional serta kebutuhan akan nilai-nilai moral.

KEBIJAKAN BKM KE DEPAN

Kebijakan BKM Budi Luhur ke depan tidak terlepas dari peran serta warga dalam menentukan PJM Pronangkis yang dititik beratkan pada tri daya yang meliputi daya lingkungan atau sarana dan prasarana, daya ekonomi dan daya sosial. Berdasarkan PJM yang telah dibuat BKM Budi luhur desa Ujunggede akan melakukan program bekerja sama dengan pihak-pihak terkait sebagai berikut:

1. Daya atau Komponen Lingkungan

Kebijakan BKM Ke depan adalah menyediakan sarana prasarana lingkungan yang memadai yang meliputi :

a. sarana transportasi,

b. sarana sanitasi

c. sarana air bersih

d. SPAL (Saluran Pembuangan Air Limbah)

e. Perbaikan saluran irigasi

f. Pembuatan area hijau atau green area untuk jalan menuju lokasi pemandian comal baru.

2. Daya atau Komponen Ekonomi

Potensi ekonomi yang di miliki desa Ujunggede memberikan harapan besar untuk dapat di kembangkan, untuk itu BKM Budi Luhur membuat kebijakan :

a. Pembekalan / penyuluhan / pelatihan untuk peningkatan ketrampilan dan management

b. Penataan dan peningkatan sarana dan prasarana Pasar Desa

c. Gerakan Pemanfaatan lahan pekarangan penduduk untuk menambah pendapatan keluarga

d. Basar produksi local untuk memperkenalkan hasil – hasil usaha masyarakat / industri rumah tangga

e. Pemberian Bantuan Pinjaman Ekonomi Produktif

f. Peningkatan fungsi dan peran Koperasi “Ujung Mandiri”, yang merupakan hasil kesepakatan Anggota BKM dan perangkat Desa Ujunggede untuk dapat meningkatkan kesejahteraan anggota.

g. Pembuatan Centra tanaman hias dan pusat jajan makanan ringan di jalur Ujunggede ke Comal Baru

3. Daya atau Komponen Ekonomi

Kebijakan berkaitan dengan komponen Sosial yang akan dan telah dilakukan BKM Budi Luhur adalah :

a. Revitalisasi Pos Pelayanan Terpadu (POSYANDU)

b. Peningkatan Kesehatan bagi Ibu Hamil dan Balita

c. Penyuluhan Kesehatan bagi Bumil, Lansia

d. Pengobatan murah bagi gakin

e. Perbaikan rumah tidak layak huni

f. Pemberian Bea siswa kepada siswa berprestasi dari kelompok gakin

g. Pemberian materi pelajaran tambahan untuk persiapan ujian bagi pelajar

MaU Apa Ya ????

GAGASAN UJUNGGEDE KE DEPAN

Berpijak pada Millenium Development Goals (MDG’s) dan pendekatan Tridaya serta Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pemalang, maka BKM Budi Luhur desa Ujunggede dengan Pemerintahan Desa serta Stake Holder dan pihak-pihak terkait, mensetting “Ujunggede ke Depan” dalam Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Pengembangan Desa Ujunggede, sebagaimana berikut :

1. Bidang Home Industri dan Perdagangan

Desa Ujunggede yang secara geografis memiliki letak yang sangat strategis baik dilihat dari sisi kedekatan dengan pusat Pemerintahan Kabupaten Pemalang, maupun pusat Industri di wilayah Pantura dan pusat perdagangan baik Comal maupun Pekalongan. Berdasarkan Rencana Struktur Kawasan Perkotaan Di Kabupaten Pemalang, Desa Ujunggede yang dalam hal ini merupakan bagian dari Kecamatan Ampelgading, termasuk dalam Pusat Kegiatan Lokal – 2 (PKL-2) yang memiliki potensi sebagai kota pusat pemerintahan, aktifitas social serta kegiatan perekonomian di tingkat local.

Berdasarkan kenyataan riil, bahwa DIPERINDAKOP Kabupaten Pemalang menjadikan Desa Ujunggede sebagai Setra Industri Keripik Pohong Rasa Gadung, hal ini memamg di dukung secara histories, bahwa keterkenalan rasa khas dari Kripik Pohong Rasa Gadung sudah merambah hampir di Kabupaten / Kota di Wilayah Pantura, disamping itu Desa Ujunggede juga menjadi daerah Distributor, Agen berbagai produk makanan ringan yang memiliki peluang pasar yang sangat luas.

Kenyataan ini mampu memberikan kontribusi positif terhadap meningkatnya perekonomian masyarakat, membuka lapangan kerja yang secara langsung maupun tidak langsung akan mengurangi tingkat pengangguran.

2. Bidang Pertanian dan Peternakan

Secara geografis potensi pertanian masih memiliki peluang yang sangat besar untuk dikembangkan. Masih luasnya lahan pertanian yang hampir 2/3 dari luas wilayah desa Ujunggede memberikan andil dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara potensi Peternakan yang sementara masyarakat masih menjadikan kegiatan ini sebagai pekerjaan sambilan, pada dasarnya memiliki potensi yang besar, mudahnya mencari rumput, sebagai makanan ternak seperti sapi, kambing pada dasarnya merupakan peluang yang sangat berharga.

3. Bidang Permukiman

Penataan lingkungan merupakan faktor sangat penting dalam usaha perbaikan permukiman. Sebagus apapun perbaikan permukiman tanpa memperhatikan penataan lingkungan akan sia-sia. Sekalipun tempat tinggal, jalan, penerangan dan lain-lain sudah memadai, akan tetapi apabila faktor lingkungan diabaikan, maka permukiman akan tampak kotor dan berkesan kumuh dan jorok. Selain itu lingkungan yang kumuh akan menimbulkan berbagai permasalahan penyakit.

Menurut UU No. 4 tahun 1992, permukiman adalah bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung, baik yang berupa kawasan perkotaan maupun kawasan perdesaan yang berfungsi sebagai kawasan tempat tinggal atau lingkungan hunian, dan tempat kegiatan yang mendukung peri kehidupan dan penghidupan.

Permukiman adalah satu kesatuan wilayah dimana suatu perumahan berada sehingga lokasi dan lingkungan perumahan tersebut sebenarnya tidak akan pernah terlepas dari permasalahan dan lingkup keberadaan suatu lingkungan. Oleh karena itu dalam mengembangkan suatu perumahan perlu dilakukan studi kelayakan agar keberadaan perumahan tersebut benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan mendukung arah perkembangan permukiman yang sudah direncanakan.

Didalam suatu wilayah permukiman, manusia merupakan pelaku utama kehidupan, disamping makhluk lain seperti hewan, tumbuhan dan lainnya. Untuk keberlangsungan kehidupannya manusia memerlukan kebutuhan baik kebutuhan biologis, perasaan dan persepsi, kebutuhan emosional serta kebutuhan akan nilai-nilai moral.

KEBIJAKAN BKM KE DEPAN

Kebijakan BKM Budi Luhur ke depan tidak terlepas dari peran serta warga dalam menentukan PJM Pronangkis yang dititik beratkan pada tri daya yang meliputi daya lingkungan atau sarana dan prasarana, daya ekonomi dan daya sosial. Berdasarkan PJM yang telah dibuat BKM Budi luhur desa Ujunggede akan melakukan program bekerja sama dengan pihak-pihak terkait sebagai berikut:

1. Daya atau Komponen Lingkungan

Kebijakan BKM Ke depan adalah menyediakan sarana prasarana lingkungan yang memadai yang meliputi :

a. sarana transportasi,

b. sarana sanitasi

c. sarana air bersih

d. SPAL (Saluran Pembuangan Air Limbah)

e. Perbaikan saluran irigasi

f. Pembuatan area hijau atau green area untuk jalan menuju lokasi pemandian comal baru.

2. Daya atau Komponen Ekonomi

Potensi ekonomi yang di miliki desa Ujunggede memberikan harapan besar untuk dapat di kembangkan, untuk itu BKM Budi Luhur membuat kebijakan :

a. Pembekalan / penyuluhan / pelatihan untuk peningkatan ketrampilan dan management

b. Penataan dan peningkatan sarana dan prasarana Pasar Desa

c. Gerakan Pemanfaatan lahan pekarangan penduduk untuk menambah pendapatan keluarga

d. Basar produksi local untuk memperkenalkan hasil – hasil usaha masyarakat / industri rumah tangga

e. Pemberian Bantuan Pinjaman Ekonomi Produktif

f. Peningkatan fungsi dan peran Koperasi “Ujung Mandiri”, yang merupakan hasil kesepakatan Anggota BKM dan perangkat Desa Ujunggede untuk dapat meningkatkan kesejahteraan anggota.

g. Pembuatan Centra tanaman hias dan pusat jajan makanan ringan di jalur Ujunggede ke Comal Baru

3. Daya atau Komponen Ekonomi

Kebijakan berkaitan dengan komponen Sosial yang akan dan telah dilakukan BKM Budi Luhur adalah :

a. Revitalisasi Pos Pelayanan Terpadu (POSYANDU)

b. Peningkatan Kesehatan bagi Ibu Hamil dan Balita

c. Penyuluhan Kesehatan bagi Bumil, Lansia

d. Pengobatan murah bagi gakin

e. Perbaikan rumah tidak layak huni

f. Pemberian Bea siswa kepada siswa berprestasi dari kelompok gakin

g. Pemberian materi pelajaran tambahan untuk persiapan ujian bagi pelajar

Selasa, 20 November 2007

LOKA KARYA PJM PRONANGKIS BKM UJUNGGEDE-PEMALANG

BKM bersama sama dengan warga masyarakat tingkat RT, RW desa Ujunggede telah melakukan serangkaian kegiatan dan rembug warga untuk menentukan berbagai kegiatan dalam rangka menanggulanngi kemiskinan yang ada. Rangkain kegiatan ini antara lain adalah revitalisasi BKM untuk periode 2007-2009, Pemetaan Swadaya, Rembug Warga dengan perencanaan partisipatif, dan Loka Karya PJM Pronangkis untuk jangka waktu 2007 s.d. 2009.
Perencanaan Jangka Menengah Penanggulangan Kemiskinan (PJM Pronangkis) dikelompokkan menjadi tiga komponen antara lain Komponen Sosial, Lingkungan dan Ekonomi. Masing-masing komponen terdiri dari beberapa rencana program yang pelaksanaannya diurutkan berdasarkan prinsip-prinsip Kemanfaatan, GMP, cakupan kemanfaatan dana dan keterkaitan.
Loka Karya PJM Pronangkis yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 27 Januari 2007 telah menetapkan PJM Pronangkis untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun. Selanjutnya dirumuskan pula visi dan misi desa, serta pengurutan prioritas kegiatan untuk dijadikan sebagai rencana tindak lanjut selama satu tahun.
Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah membantu penyusunan Perencanaan Jangka Menengah Penanggulangan Kemiskinan ini.
Kami menyadari bahwa PJM Pronangkis yang disusun untuk periode 3 (tiga) tahun ini belum sepenuhnya dapat menanggulangi persoalan-persoalan kemiskinan yang multi dimensi. Kritik, saran perbaikan dari seluruh pihak sangat kami harapkan untuk perbaikan PJM Pronangkis selanjutnya.
Akhirnya kami berharap semoga PJM Pronangkis ini dapat terealisasi sehingga kemiskinan di desa Ujunggede semakin menurun.

LOKA KARYA PJM PRONANGKIS BKM UJUNGGEDE-PEMALANG

BKM bersama sama dengan warga masyarakat tingkat RT, RW desa Ujunggede telah melakukan serangkaian kegiatan dan rembug warga untuk menentukan berbagai kegiatan dalam rangka menanggulanngi kemiskinan yang ada. Rangkain kegiatan ini antara lain adalah revitalisasi BKM untuk periode 2007-2009, Pemetaan Swadaya, Rembug Warga dengan perencanaan partisipatif, dan Loka Karya PJM Pronangkis untuk jangka waktu 2007 s.d. 2009.
Perencanaan Jangka Menengah Penanggulangan Kemiskinan (PJM Pronangkis) dikelompokkan menjadi tiga komponen antara lain Komponen Sosial, Lingkungan dan Ekonomi. Masing-masing komponen terdiri dari beberapa rencana program yang pelaksanaannya diurutkan berdasarkan prinsip-prinsip Kemanfaatan, GMP, cakupan kemanfaatan dana dan keterkaitan.
Loka Karya PJM Pronangkis yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 27 Januari 2007 telah menetapkan PJM Pronangkis untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun. Selanjutnya dirumuskan pula visi dan misi desa, serta pengurutan prioritas kegiatan untuk dijadikan sebagai rencana tindak lanjut selama satu tahun.
Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah membantu penyusunan Perencanaan Jangka Menengah Penanggulangan Kemiskinan ini.
Kami menyadari bahwa PJM Pronangkis yang disusun untuk periode 3 (tiga) tahun ini belum sepenuhnya dapat menanggulangi persoalan-persoalan kemiskinan yang multi dimensi. Kritik, saran perbaikan dari seluruh pihak sangat kami harapkan untuk perbaikan PJM Pronangkis selanjutnya.
Akhirnya kami berharap semoga PJM Pronangkis ini dapat terealisasi sehingga kemiskinan di desa Ujunggede semakin menurun.